Surabaya (rphsurabaya.co.id) – Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya menerima kunjungan studi banding dari Tim Kajian Pengembangan RPH Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan ke RPH Unit Tambak Osowilangon bertujuan mempelajari pengelolaan rumah potong hewan, mulai dari proses penyembelihan, pengolahan daging, hingga pengolahan limbah sebagai referensi pengembangan RPH di Kabupaten Tanah Laut.Direktur Administrasi dan Keuangan PT RPH Surabaya Perseroda Rudy Hardiyanto menerima kunjungan tim didampingi Dwi Retno Palupi (Sekper) dan drh Hana (Litbang).
Pada Kamis dinihari, tim juga berkesempatan melihat langsung operasional pemotongan sapi di RPH Unit Tambak Osowilangon didampingi drh Bagus Aditya (Plt Kabag Pemotongan) dan Heru Prasetyo (Manajer Unit RPH Unit Tambak Osowilangon). Ketua Tim Kajian Pengembangan RPH Kabupaten Tanah Laut, Dr. Ir. Anton Kuswoyo, S.Si., M.T., M.Pt., mengatakan kunjungan tersebut memberikan banyak pengalaman dan gambaran mengenai pengelolaan RPH yang lebih modern.
Dalam kunjungan itu, rombongan berkesempatan melihat langsung proses pemotongan sapi di Unit RPH Tambak Osowilangun (TOW) pada malam hari, dilanjutkan dengan peninjauan proses pengolahan daging menjadi berbagai produk olahan serta instalasi pengolahan limbah.”Alhamdulillah kami dapat banyak pengalaman. Jadi pengalaman inilah yang nanti akan kami terapkan di RPH Kabupaten Tanah Laut,” ujar Anton.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian tim adalah penerapan standar kebersihan dalam proses penyembelihan serta pengelolaan limbah yang dilakukan RPH Surabaya. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk menjadi bahan kajian dalam pengembangan fasilitas RPH di daerahnya.”Yang pertama kami melihat di sini proses penyembelihannya lebih modern, bersih, kebersihannya terjaga. Kemudian pengolahan limbahnya juga maksimal sehingga tidak mencemari lingkungan,” ungkapnya.
Anton menjelaskan, saat ini Kabupaten Tanah Laut telah memiliki RPH, tetapi kapasitas dan skala operasionalnya masih relatif kecil. Karena itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut membentuk tim penyusunan kajian pengembangan RPH yang melibatkan delapan orang dari Politeknik Negeri Tanah Laut.Hasil studi banding ke RPH Surabaya diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam merumuskan pengembangan fasilitas dan sistem pengelolaan RPH di Kabupaten Tanah Laut.”Kami ingin selalu belajar dari RPH Surabaya karena menurut kami RPH Surabaya ini sudah modern, sudah jauh lebih maju. Sehingga kami perlu mendapat pendampingan agar RPH Kabupaten Tanah Laut bisa berkembang,” katanya.
Ke depan, Anton juga berharap pengelolaan RPH di Kabupaten Tanah Laut dapat dikembangkan melalui model pengelolaan dari perusahaan daerah maupun kerja sama dengan pihak swasta. Dengan demikian, pengembangan RPH diharapkan dapat berjalan lebih optimal.(ant)


Leave a Reply