1.jpg)
Keterangan Gambar : Apel pagi, Senin (20/4) dipimpin oleh Direktur Jasa Niaga RPH Surabaya, Megawati. RPH Surabaya/Alif
Surabaya (rphsurabaya.co.id) - PT RPH Surabaya Perseroda menegaskan pentingnya langkah efisiensi di tengah tekanan ekonomi global yang berdampak langsung pada sektor usaha pemotongan dan distribusi daging. Direktur Jasa Niaga RPH Surabaya, Megawati, menyebut kondisi saat ini menuntut perusahaan bergerak adaptif agar tetap kompetitif di pasar.
Dalam apel pagi Senin (20/4/2026) yang diikuti Direksi dan seluruh karyawan dari berbagai unit operasional, Megawati menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak serta mahalnya harga sapi hidup di pasaran. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak hanya membebani operasional perusahaan, tetapi juga berpengaruh pada daya beli masyarakat.
“Ekonomi global tidak baik-baik saja. Harga sapi hidup saat ini cukup tinggi, dan ini menjadi tantangan besar bagi mitra jagal maupun kami sebagai penyedia jasa pemotongan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah mitra jagal mulai mengurangi aktivitas pemotongan bahkan beralih profesi menjadi pedagang karena kesulitan memperoleh sapi dengan harga terjangkau. Situasi ini dinilai berpotensi menggerus aktivitas utama RPH jika tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat.
“Jangan sampai kita kehilangan peluang besar karena mitra kita tidak lagi beroperasi seperti biasa,” tegasnya. Di tengah kondisi tersebut, Megawati menekankan bahwa efisiensi menjadi langkah krusial agar RPH Surabaya tetap mampu menawarkan harga yang kompetitif tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Selain efisiensi, RPH Surabaya juga mulai mengembangkan peluang pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis, seperti pupuk. Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai upaya menciptakan sumber pendapatan baru.
Megawati berharap seluruh karyawan tetap menjaga kualitas pelayanan operasional pemotongan hewan di pegirian, kedurus, Banjarsugihan dan RPH Unggas Lakarsantri.(ant)
Tulis Komentar