Pantau Kenaikan Harga Daging Sapi, Satgas Pangan Polda Jatim Tinjau RPH Surabaya
Pantau Kenaikan Harga Daging Sapi, Satgas Pangan Polda Jatim Tinjau RPH Surabaya

Keterangan Gambar : Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama jajaran Polres Tanjung Perak melakukan kunjungan di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya pada Rabu dini hari (8/4/2026). RPH Surabaya/ Adek


Surabaya (rphsurabaya.co.id) - Aktivitas pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya pada Rabu dini hari (8/4/2026) mendapat perhatian khusus dari Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama jajaran Polres Tanjung Perak Surabaya. Kunjungan ini dilakukan untuk menghimpun data dan informasi terkait kenaikan harga daging sapi yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

Direktur Jasa Niaga RPH Surabaya, Megawati, menjelaskan bahwa kunjungan yang dipimpin oleh perwakilan Satgas Pangan, AKP Prasatya Yana WS, SIK. ini turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil aktivitas pemotongan serta memastikan ketersediaan pasokan daging sapi.

“Satgas Pangan ingin memastikan secara langsung kondisi di RPH Pegirian dan Kedurus, mulai dari jumlah pemotongan hingga ketersediaan sapi hidup. Ini penting untuk menjawab informasi yang beredar di masyarakat terkait keterbatasan stok dan tingginya harga daging sapi,” ujar Megawati.

Menurut Megawati, lonjakan harga daging sapi tidak terlepas dari kondisi pasokan sapi hidup lokal yang saat ini terbatas. Menjelang momentum Iduladha, banyak peternak memilih menahan ternaknya untuk dijual pada saat harga puncak. “Memang ada kecenderungan peternak menahan sapi menjelang Iduladha. Hal ini berdampak pada terbatasnya pasokan di pasar, sehingga harga sapi hidup mengalami kenaikan signifikan,” jelasnya.

Saat ini, harga sapi hidup lokal dilaporkan telah mencapai sekitar Rp58.000 per kilogram. Kenaikan ini berimbas langsung pada harga daging sapi di tingkat pedagang yang telah menyentuh kisaran Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram di sejumlah pasar tradisional.

Selain melakukan pemantauan di RPH Pegirian dan Kedurus, Satgas Pangan juga menyerap aspirasi dari para mitra jagal serta pedagang daging di pasar. Mereka mengeluhkan tingginya harga sapi yang membuat margin usaha semakin tertekan.

Dalam situasi ini, RPH Surabaya berupaya mengambil peran strategis dengan memfasilitasi para mitra jagal agar tetap dapat melakukan pemotongan secara optimal. “RPH hadir untuk membantu mitra jagal, memastikan proses pemotongan tetap berjalan, serta menjaga distribusi daging ke masyarakat tetap lancar,” tambah Megawati.

Ia berharap, hasil pemantauan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan daging sapi di Surabaya, khususnya menjelang hari besar keagamaan. “Semoga informasi ini bisa memberikan gambaran kepada masyarakat terkait kondisi yang terjadi saat ini,” pungkasnya.(ant)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)