
Keterangan Gambar : Direksi RPH Surabaya saat inspeksi di Unit Tambak Osowilangun, Rabu (17/6). RPH Surabaya/Adek
Surabaya - (rphsurabaya.co.id) - Manajemen RPH Surabaya terus melakukan evaluasi dan pembenahan operasional di Unit Tambak Osowilangun guna memastikan pelayanan pemotongan hewan yang sudah berjalan sejak 1 Juni 2026.
Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho, mengatakan evaluasi dilakukan dengan melakukan pengarahan kepada tim operasional yaitu bagian Pemotongan, Bagian Teknik, Bagian Sanitasi dan Lingkungan, Bagian IPAL dan Bagian Kamtib.
Selanjutnya manajemen berkeliling melihat langsung sarana dan prasarana pendukung operasional pemotongan RPH Unit Tambak Osowilangon.
Beberapa hal yang masih memerlukan penyempurnaan untuk menunjang kelancaran pelayanan. "Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan debit air yang harus terus dioptimalkan. Air merupakan kebutuhan utama dalam proses pemotongan, mulai dari pembersihan jerohan, babatan, ruang potong hingga area operasional lainnya. Kebutuhan air bersih sebesar 50 ribu meter kubik per malam, sekarang baru tersedia 20 ribu meter kubik per malam," ujar Fajar, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, peningkatan kapasitas pasokan air dan penyiapan tandon menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan operasional yang cukup besar setiap harinya.
Selain itu, RPH Surabaya juga menaruh perhatian terhadap optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Beberapa kendala teknis seperti penyumbatan serta proses pemisahan padatan dan cairan masih terus dilakukan penyempurnaan agar sistem pengolahan limbah dapat bekerja secara maksimal.
Fajar menambahkan, sejumlah catatan hasil evaluasi telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk ditindaklanjuti.
Saat ini, proses pemenuhan berbagai kebutuhan sarana dan prasarana pendukung operasional terus dikawal agar dapat direalisasikan secara bertahap. "Semua masukan dan kebutuhan yang kami temukan dalam evaluasi sudah kami laporkan. Saat ini kami terus mengawal proses penyempurnaannya agar pelayanan kepada mitra jagal semakin baik," jelasnya.
Atas proses penyesuaian yang masih berlangsung, manajemen RPH Surabaya juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra jagal yang tetap mendukung operasional di Unit Tambak Osowilangun. "Kami mengucapkan terima kasih sekaligus memohon maaf atas pengertian para mitra jagal. Beberapa proses penyempurnaan masih berjalan dan kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan pemotongan," kata Fajar.
Ia optimistis berbagai pembenahan yang dilakukan akan berdampak positif terhadap pelayanan RPH Surabaya ke depan, sekaligus mendukung penyediaan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi masyarakat. "Dengan perbaikan yang dilakukan secara bertahap, kami berharap pelayanan kepada mitra jagal semakin optimal," pungkasnya.(ant)
Tulis Komentar